Popular Post

Pengenalan Java - Part 2

By : Unknown
Assalamu'alaikum kawan, selamat malam. Nah, kali ini saya akan share mengenai kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu "Pengenalan Java". Pada artikel ini akan saya berikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai java.

Untuk menuliskan kode-kode java, dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa editor, baik itu yang bersifat IDE maupun text. Editor-editornya adalah berikut:
IDE (Integrated Development Environment)
- NetBeans
- Ecplipse
- dll
Text
- Notepad
- Notepad++
- Sublime

Untuk mulai membuat sebuah program harus diawali dengan penamaan class. Class bisa diartikan sebagai keranga dasar dari java yang menjadi tempat berbagai fungsi, data, dan objek yang akan digunakan pada sebuah program. Penamaan sebuah class mempunyai aturan-aturan yang biasa dinamakan aturan penamaan class. Aturan-aturan tersebut adalah:
  • Case Sensitive :
    Sebuah nama kelas pada java bersifat case sensitive seperti sifat yang dimiliki identifier pada artikel sebelumnya
  • Tidak boleh menggunakan keyword java :Sebuah nama kelas pada java tidak boleh menggunakan keyword java, yaitu sebuah nama yang sudah dipatenkan oleh developer java sendiri. Keyword-keyword tersebut adalah sebagai berikut:
Keyword Java

  • Tidak boleh menggunakan simbol-simbol operator :Sebuah nama kelas pada java tidak boleh menggunakan simbol-simbol operator, seperti aritmatika, logika, pembanding, dan penugasan. 
  • Harus dimulai dengan huruf/Underscore "_"/simbol dollar "$" :Sebuah nama kelas pada java harus dimulai dengan huruf/Underscore "_"/simbol dollar "$". 
Berikut adalah contoh kelas pada java:

Nama kelas dari SS tersebut adalah "WebShom00"

Mungkin sampai disini dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat dan tetap kunjungi blog ini karena akan lebih menarik lagi untuk artikel selanjutnya, yaitu mengenai pembuatan program dengan bahasa java. Selamat malam dan salam 00!!
Tag : ,

Pengenalan Java

By : Unknown
Assalamu'alaikum, selamat malam, selamat tahun baru hijriyah 1438. Oke kawan, malam ini saya akan share tentang java, salah satu bahasa pemrograman yang saya pelajari selama kurang lebih 9 bulan, hahahaaaaa kalau tidak karena kuliah mungkin tidak ada ingatan bahasa java di otak saya. Mungkin banyak diantara kawan-kawan mengerti handphone berbasis java, sebelum ada handphone berbasis android atau yang biasa kita kenal dengan smartphone. Nah, aplikasi-aplikasi yang ada dan berjalan di handphone tersebut menggunakan bahasa java dalam pembuatannya. Tapi, sebelum kita membuat aplikasi menggunakan bahasa pemrograman java, kita harus mengenal java terlebih dahulu agar kita tidak hanya sekedar membuat aplikasi saja, namun juga mengerti bagian-bagian dari kode-kode tersebut.

Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang bersifat multiplatform yang berarti aplikasi yang dibuat dengan platform java dapat dijalankan pada sistem operasi apa saja karena dalam setiap sistem operasi sudah tertanam JVM (Java Virtual Machine), sebuah mesin imajiner yang digunakan secara khusus mengeksekusi berkas-berkas bytecode java. Namun, untuk bisa mejalankan aplikasi java, dibutuhkan aplikasi pendukung yaitu JRE (Java Runtime Environment), sebuah software yang digunakan untuk menjalankan aplikasi pada komputer yang dibuat dengan platform java. Java merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek (Object-Oriented Programming), maksudnya adalah aplikasi yang dibuat dengan platform java menggunakan metode pemrograman yang berorientasi objek yang bertujuan untuk mempermudah pengembangan program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari.

Java mempunyai exception handling yang cukup tangguh, yaitu event yang terjadi ketika ditemukan kesalahan pada program pada saat instruksi program dijalankan. Jadi, apabila program yang dijalankan terdapat kesalahan, kita dapat menambahkan event untuk menangani kesalahan tersebut, atau juga bisa dibiarkan secara default yang ketika terjadi kesalahan akan muncul pesan error terperinci. Java juga bersifat multithread, yaitu suatu kemampuan yang memungkinkan beberapa kumpulan instruksi atau proses dapat dijalankan secara bersamaan dalam sebuah program sehingga sangat baik digunakan pada pemrograman terdistribusi, yaitu sekumpulan program yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan untuk menyelesaikan satu tujuan yang spesifik atau menjalankan seperangkat fungsi.

Kode pada java sangatlah banyak, karena mempunyai identifier, yaitu suatu pengenal atau pengidentifikasi data yang kita deklarasikan agar compiler dapat mengenalinya. Identifier pada java bersifat case sensitive, yaitu metode yang membedakan penulisan dengan huruf besar dan huruf kecil atau karakter lainnya sehingga kita harus teliti dalam saat membuat mengkoding, karena kesalahan kecil saja dapat berakibat besar.

Mungkin sedikit saja untuk pengenalan java kali ini, tetap kunjungi blog ini untuk pembahasan mengenai java selanjutnya. Selamat malam!!
Tag : ,

Pemanfaatan Google Adsense pada Blog

By : Unknown

Hai, Assalamu'alaikum... Apa kabar semuanya? Pasti baik-baik saja nih. Nah sebelumnya saya membagikan artikel mengenai "Pemanfaatan Google Adsense untuk Bisnis Online" dan sesuai janji saya akan membagikan artikel mengenai "Pemanfaatan Google Adsense pada Blog". Mungkin kalian penasaran mengapa saya membagikan artikel yang mengenai Google Adsense dengan  judul yang hampir sama. Artikel ini adalah hasil karya tulis berbentuk makalah yang saya buat untuk memenuhi tugas kuliah dan alhamdulillah mendapatkan apresiasi yang baik dari rekan kuliah serta dosen. Maka dari itu, saya membagikannya saja, semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

Google Adsense atau biasanya disingkat dengan GA adalah program kerjasama antara Google dan pemilik blog dalam bidang periklanan melalui media internet dengan pola bagi hasil. GA merupakan program periklanan yang sangat populer di dunia web saat ini. Secara kasar program GA ini membuat kerjasama Google dengan pemilik blog dengan cara pemilik blog tersebut memasang serta menampilkan iklan yang telah disiapkan Google yang sebelumnya pemilik bog tersebut telah mendaftar dan disetujui oleh Google. Bagi hasil yang di maksud adalah biaya dari pemasangan iklan Google Adwords akan dibagi sesuai denga ketentuan Google kepada pemilik blog yang menampilkan iklan dari Google. Iklan program GA disebut dengan Ad Units yang memiliki ciri-ciri pada pojok iklan ada kalimat “Ads by Google” dan pemilik blog yang menampilkan Ad Units disebut dengan Publisher.

Jenis-jenis iklan yang ditawarkan Google dalam program GA ini ada 2 macam, yaitu CPC (Cost per Click),  CPM (Cost per Million). Perbedaan dari ketiga iklan tersebut adalah klik dan impresi. Impresi bisa diartikan dengan tayangan dari blog. Jenis iklan CPC akan menghasilkan keuntungan jika visitor blog melakukan klik pada Ad Units yang terpasang dan setiap Ad Units masing-masing memiliki nilainya berdasarkan kualitas blog, sedangkan jenis iklan CPM akan menghasilkan keuntungan jika blog yang terpasang iklan memiliki impresi halaman per 1000 dan setiap visitor masing-masing berbeda nilanya berdasarkan negara. Pembagian keuntungan dari CPC maksimal 20% dari nilai yang dibayarkan pemasang iklan Google Adwords kepada Google (Cyber, 2009 : 62). Misalnya, nilai yang dibayarkan pemasang iklan kepada Google sebesar 2 dolar untuk setiap klik Ad Units, maka pembagian keuntungan maksimal yang akan diperoleh pemilik blog yang terpasang Ad Units dari setiap klik visitor sebesar 0,4 dolar. Sedangkan pembagian keuntungan dari CPM terhitung dengan cara membagi semua hasil dari impresi dengan banyaknya impresi per 1000. Misalnya, Publisher dalam sehari menghasilkan 1500 dolar dari 150.000 impresi akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 dolar dengan hitungan 1500 dolar : 150.

Ad Units yang tampil pada blog bersifat kontekstual (Mulyanto, 2008 : 216), artinya jenis iklan yang tampil pad blog relevan dengan konten yang ada pada blog. Jika blog berisi konten keseahatan, maka iklan yang tampil juga tentang kesehatan. Perlu diingat bahwa Google melarang keras blog yang berisi konten pornografi, kekerasan, hacking, perjudian, penjualan narkoba dan minuman keras serta senjata, tugas kuliah, dan hal-hal yang ilegal (Rusdianto, 2010: 30). Oleh karena itu, yang perlu dipersiapkan  sebelum mengikuti program GA adalah niche (tema) dan tentunya blog. Namun perlu diingat bahwa program GA hanya bisa diikuti oleh pengguna akun Google, jika belum memiliki akun tersebut maka buatlah dengan mendaftar di https://accounts.google.com. Setelah niche ditentukan serta blog yang telah tersedia, mulailah membuat artikel sesuai dengan niche yang sebelumnya telah ditentukan.

Artikel yang dimuat haruslah original, maksudnya adalah isi dari artikel tersebut haruslah karangan sendiri dalam arti bukan hasil copas dari sumber lain. Jika ada sumbernya, harus disertakan sumbernya di dalam artikel tersebut.

Kualitas blog yang bisa menjadi penayang Ad Units lebih sulit dicapai oleh -blog-blog yang baru dibuat. Menurut master-master GA, blog dikatakan memiliki kualitas bagus adalah blog yang memiliki minimal 30 UV (Unique Visitors), 500 PV (Page Views), dan 30 artikel. Namun, Google lebih mengutamakan blog yang berumur minimal 6 bulan, memiliki tampilan yang responsive (bisa dibuka diberbagai gadget), serta memiliki tampilan yang bisa membuat nyaman visitor. Tetapi tak sedikit pula Blogger yang menjadi Publisher dengan blog yang kualitasnya di bawah syarat-syarat di atas. Faktor terakhir yang menentukan deterima atau tidaknya pengajuan sebagai Publisher adalah keberuntungan. Maka jangan kaget jika Blogger yang memiliki blog yang belum mencapai syarat-syarat bisa menjadi Publisher.

Setelah semuanya siap, mulai dari konten, blog, tampilan blog, visitor,  serta umur blog, mendaftarlah ke situs resmi GA, https://www.google.com/adsense. Setelah membuka situs tersebut, akan tampil home page, selanjutnya klik pada “Sign Up Now”. Langkah selanjutnya setelah klik “Sign Up Now” adalah menentukan akun Google yang akan digunakan untuk mendaftar sebagai identitas Publisher. Selanjutnya, isilah alamat dari blog yang telah dibuat sebelumnya serta memilih bahasa dari konten blog. Jika konten blog yang dibuat berbahasa Indonesia, pilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa konten blog pada saat pendaftaran. Langkah selanjutnya adalah mengisi informasi atau identitas pendaftar. Isilah sesuai dengan data yang valid, jangan sampai mengisi dengan data yang fake, karena hal tersebut tidak diperbolehkan Google. Selanjutnya klik “Start” untuk menyetorkan pengajuan pendaftaran sebagai Publisher program GA.

Pengajuan untuk menjadi Publisher program GA akan dikonfirmasi pihak Google kurang lebih 7 x 24 jam sejak dikirimkan. Konfirmasi tersebut dikirim ke email pengaju, yang isinya aktivasi Publisher. Tetapi, jika konfirmasi dikirimkan kurang lebih 5 menit sejak dikirimkan, maka bisa dipastikan bahwa pengajuan yang dikirimkan ditolak Google. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terutama konten dan tampilan blog.

Setelah pengajuan diterima, hal yang pertama harus dilakukan adalah aktivasi keanggotaan sebagai Publisher, yaitu dengan klik pada link aktivasi di dalam email konfirmasi. Jika link tersebut diklik, maka akan muncul tampilan home page publisher GA dengan ciri-ciri ada angka-angka serta simbol mata uang dolar berupa “$”. Langkah selanjutnya adalah memasang Ad Units pada blog, dengan cara masuk pada tab unit iklan. Pada halaman tersebut ada berbagai macam iklan yang telah disediakan Google. Pilih sesuai dengan keinginan dan tempat yang strategis untuk kenyamanan visitor. Setelah memilih jenis iklan tersebut, maka akan muncul pop-up yang berisi script Ad Units. Copy dan paste script tersebut pada tempat yang telah ditentukan. Jika blog tersebut dibuka dan muncul Ad Units yang ada tulisan “Ads by Google” menandakan bahwa Blogger tersebut telah menjadi Publisher program GA.

Selanjutnya, Publisher harus konsisten dalam membuat artikel serta berusaha lebih keras untuk mendatangkan visitor yang lebih banyak. Hal tersebut sangat berpengaruh pada hasil yang akan diperoleh Publisher. Perlu diingat juga bahwa Publisher dilarang keras melakukan klik dan mengunjungi blognya sendiri.

Mungkin itu dulu ya, artikel selanjutnya akan membahas mengenai "Meningkatkan penghasilan Google Adsense". Nah sekian dulu untuk hari ini, selamat malam dan Salam 00!!




Referensi :
Mulyanto, Purnama Assep. 2009. Go! Blog mendukung program satu juta blog: Tips dan trik tampilan dan isi blog, tip dan trik mengantongi dolar lewat blog, dan aturan main bagi blogger. Bandung. OASE Media

Rusdianto, Devy. 2010. Adsense Weapons. Bandung. OASE Media

Pemanfaatan Google Adsense untuk Bisnis Online

By : Unknown

Assalamu'alaikum, salam 00!! Nah kali ini admin akan share  mengenai "Pemanfaatan Google Adsense untuk Bisnis Online", Online Shop merupakan salah satu contoh pemasaran produk melalui internet yang sekarang sedang menjadi lahan bisnis baru bagi semua kalangan. Semua orang bisa menjalankan Online Shop. Pelaku Online Shop hanya perlu mempromosikan produk tersebut di internet. Kebanyakan orang yang menjalankan bisnis Online Shop memasarkan produknya di website, seperti Facebook, Kaskus FJB, Lazada, OLX, dan lain-lain. Dalam Online Shop sangat diperlukan adanya marketing yang kebanyakan disebarkan melalui media internet. Dibandingkan dengan menyebarkan dari mulut ke mulut serta media massa, menyebarkan produk Online Shop melalui internet lebih efisien dan efektif karena konsumen yang menerima informasi tentang produk Online Shop melalui internet pasti lebih tertarik meskipun hanya melihat produknya saja.

Pemasaran produk melalui internet atau bisa disebut dengan periklanan online yang awalnya disebarkan melalui email berkembang menjadi iklan banner yang ada di web. Pada saat ini, iklan pada web telah menjadi bermacam-macam, yaitu Direct Advertising, Self-Service Advertising, dan Ad Network. Ad Network (Advertising Network) adalah salah satu jenis iklan online dimana seorang Publisher (pemilik website) dan Advertiser (pemasang iklan) dihubungkan dengan sebuah sistem yang dimiliki oleh perusahaan. Ad Network ada bertujuan untuk memudahkan Publisher dan Advertiser dalam mencari iklan dan mendapatkan space iklan. PPC adalah istilah yang sering digunakan oleh para Blogger dalam membahas mengenai Ad Network.

PPC adalah sebuah program kerjasama antara pemilik situs dengan penyelenggara program dengan kerja bagi hasil melalui media internet yang berarti pemilik situs akan dibayar atas setiap klik dari pengunjung situs pada link iklan yang terpasang di situs miliknya. Pada umumnya program-program PPC (Pay Per Click) mensyaratkan blog atau situs web dengan menggunakan bahasa Inggris. Google Adsense merupakan program PPC terpopuler di kalangan Blogger serta Webmaster, karena telah banyak bukti dari hasil mengikuti program PPC Google Adsense.

Google Inc. adalah sebuah perusahaan Amerika Serikat yang khusus  melayani jasa melalui internet. Jasa-jasa tersebut meliputi teknologi pencarian (Search Engine), komputasi web, perangkat lunak (Software), dan periklanan (Advertising). Jasa periklanan yang ditawarkan Google adalah Google Adwords dan Google Adsense dan kebanyakan dari pendapatan Google berasal dari Google Adwords.

Sebelum adanya Google Adsense, program periklanan Google Adwords ada terlebih dahulu. Google Adwords merupakan program periklanan yang ditawarkan Google kepada pemilik situs yang ingin mempromosikan situsnya pada situs Google sendiri (Rusdianto, 2010: 18). Namun, iklan-iklan dari program Google Adwords tersebut terabaikan karena kebanyakan orang menggunakan Google sebagai mesin pencari. Oleh karena itu, Google membuat sebuah program periklanan dengan nama Google Adsense yang menawarkan kerjasama antara Google dan pemilik situs dalam pemasaran iklan dengan menampilkan iklan-iklan Google Adwords pada situs tersebut dengan pola bagi hasil. Berdasarkan catatan resmi Google, ada lebih dari 2 juta publisher dalam program tersebut sampai saat ini.

Mungkin itu saja yang dapat admin share kali ini, untuk selanjutnya akan admin share mengenai "Pemanfaatan Google Adsense pada Blog". Oleh karena itu, tetap kunjungi blog Shom00. Oke?? Selamat Siang dan Salam 00!!



Referensi :
Rusdianto, Devy. 2010. Adsense Weapons. Bandung. OASE Media

- Copyright © MADXOM - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -